Rabu, 25 Juni 2014

Asal usul kertas

asal usul kertas



Peradaban Mesir Kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis menulis. Penggunaan papirus sebagai media tulis digunakan Pada masa firaun. Kemudian menyebar ke seluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan menyebar ke seluruh Eropa, meskipun penggunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. 

Papirus atau Papyrus (nama ilmiah:Cyperus papyrus) adalah sejenis tanaman air yang dikenal sebagai bahan untuk membuat kertas pada zaman kuno. Tanaman ini umumnya dijumpai di tepi dan lembah Sungai Nil. Kira-kira 3500 SM, bangsa Mesir Kuno sudah memanfaatkan papirus. Mereka pada saat itu membuat kertas dari kulit-kulit tipis atau kulit-kulit halus papirus, sebelum kertas (seperti yang kita kenal sekarang) ditemukan. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris.  

Tercatat dalam sejarah adalah peradaban China yang menyumbangkan kertas bagi Dunia. Adalah Tsai Lun yang menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seluruh China pada tahun 101 Masehi. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa China ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia. 

Pada akhirnya, teknik pembuatan kertas tersebut jatuh ketangan orang-orang Arab pada awalnya  kertas adalah penemuan Tsai Lun seorang China. Namun jarang orang mengetahui bahwa sebenarnya teknologi pembuatan kertas telah berpindah ke tangan orang-orang Arab-Islam pada abad ke-10 Masehi. Dalam peperangan Talas dengan tentara kekaisaran Tang, tentara Dinasti Abbasiyyah menahan sejumlah pembuat kertas. Mereka lalu diminta mendemonstrasikan kepandaian mereka membuat kertas. Teknologi pembuatan kertas pun berpindah ke tangan bangsa Arab. Dahulu kertas dibuat dengan kulit pohon Murbei oleh bangsa China. Namun kemudian, karena di dunia Islam kulit pohon Murbei sulit ditemukan. Maka dibuatlah kertas dari pohon kapas, linen, dan serat. Ternyata pembuatan kertas menandai sebuah revolusi sosial di dunia Arab. Masyarakat muslim menggunakan kertas untuk membuat buku. Buku-buku inilah yang kelak menjadi sarana pengembangan ilmu pengetahuan pada abad pertengahan. 

Jutaan buku dihasilkan oleh peradaban Islam yang hasilnya masih bisa dilihat sampai hari ini. Walaupun tentara Mongol menghancurkan kota Baghdad dan membuang buku-buku dari Bait Al-Hikmah, perpustakaan terbesar Dinasti Abbasiyah, namun sejumlah buku masih terselamatkan. Buku-buku demikian inilah yang menjadi khazanah dunia Islam sampai saat ini. muncullah pusat-pusat industri kertas dinasti Abbasiyyah, pabrik-pabrik kertas ada di berbagai kota di dunia Islam seperti Damaskus, Kairo, Kordoba, Samarkand, Bukhara, dan tentu saja Baghdad dan kota-kota industri lainnya, 
kemudian menyebar ke Italia dan India lalu Eropa khususnya setelah Perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol serta ke seluruh dunia. Penggunaan kertas meluas di seluruh Cina pada abad ke-2, dan dalam beberapa abad saja Cina sudah sanggup mengekspor kertas ke negara-negara Asia. 

1 komentar:

  1. Masih Bingung Dan Ragu Pilih Agen Poker & DominoQQ Yang Terpercaya?
    PIN BB : D61E3506
    Whatsapp : +85598249684
    L ine : Sinidomino
    poker online

    BalasHapus